img
(Foto: Thinkstock)

Jakarta, Selama ini laki-laki selalu identik dengan memiliki gairah seks yang tinggi. Tapi hal ini tidak selalu benar, karena 1 dari 5 laki-laki justru punya gairah seks yang rendah.

Beberapa ahli melihat manusia terutama laki-laki cenderung sebagai ‘robot seksual’ yang didesain untuk selalu menginginkan seks, padahal kondisi ini tidak selalu terjadi setiap saat. Terkadang perempuan justru memiliki hasrat seks lebih tinggi ketimbang pasangannya.

“Sekitar 1 dari 5 laki-laki memiliki hasrat seksual yang rendah,” ujar Irwin Goldstein, MD, direktur pengobatan seksual di San Diego’s Alvarado Hospital dan editor in chief of The Journal of Sexual Medicine, seperti dikutip dari WebMD, Kamis (3/5/2012).

Goldstein menunjukkan penuaan memainkan peran dalam kondisi ini. Namun beberapa laki-laki yang memiliki hasrat seksual rendah disebabkan oleh hypoactive sexual desire disorder (HSDD).

“Dari persentase tertentu kemungkinan sekitar seperempatnya memiliki hypoactive sexual desire disorder dengan beberapa alasan,” ujar Goldstein.

Meski begitu ada beberapa hal yang diketahui menjadi penyebab laki-laki memiliki hasrat seksual rendah, yaitu:

1. Masalah psikologis seperti stres, kecemasan, depresi dan gangguan mental yang bisa disebabkan oleh masalah kehidupan, hubungan dengan pasangan atau keluarga. Kondisi ini paling banyak mempengaruhi gairah seksual.

2. Masalah medis seperti diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obat-obatan HIV, obat yang bisa menyebabkan kehilangan rambut atau obat lain yang secara negatif mempengaruhi keinginan seksual.

3. Masalah hormon salah satunya adalah testosteron. Goldstein menuturkan kadar testosteron yang rendah berarti seseorang memiliki hasrat seksual yang kurang. Selain itu, rendahnya kadar hormon tiroid atau tingginya prolaktin yang diproduksi dalam kelenjar di otak juga bisa mempengaruhi.

4. Kadar dopamin rendah, hal ini karena sistem senyawa kimia di otak sangat erat terkait dengan hasrat seksual salah satunya dopamin.

Goldstein menjelaskan pengobatan untuk hasrat seks yang rendah ini juga berbeda-beda tergantung dari akar masalahnya. Misalnya untuk masalah psikologis maka diberikan konseling psikologi yang difokuskan pada masalah seksualnya.

“Tapi jika disebabkan oleh gangguan testosteron atau dopamin, maka pengobatannya dengan terapi untuk hormon tersebut baik berupa suntikan, obat oral atau gel yang dioleskan langsung ke kulit,” ungkapnya.

Untuk itu jika punya masalah dalam hal gairah seksual sebaiknya konsultasikan dengan ahlinya agar tetap bisa menikmati dan memiliki kehidupan seksual yang sehat.

(ver/ir)

BACA JUGA :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s